You are here > Home Toraja
Sat 04 Sep 2010
You must have Flash Player installed in order to see this player.
Dataran Tinggi Toraja Nan Eksotis

TorajaTORAJA berasal dari kata to riaja, berarti orang dari dataran tinggi. Orang Toraja menyebut diri mereka to raya, orang besar turunan raja. Toraja memang identik dengan eksotisme alam pegunungan yang sejuk dan warisan kebudayaan megalitikum yang menarik.

Toraja berjarak sekitar 350 kilometer sebelah utara Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Terletak di dataran tinggi Sulawesi Selatan bagian utara, tepatnya di jajaran pegunungan Kambuno dan Latimojong. Karena itu, pemandangan alam Toraja sangat memukau, bergunung-gunung, hijau, dan berhawa sejuk.

Pariwisata
Toraja adalah salah satu ikon pariwisata Indonesia. Tahun 2008, Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai satu dari 10 tujuan wisata unggulan. Toraja merupakan daerah pegunungan, berbukit, dan berlembah. 40 persen dari total luas wilayahnya berada pada ketinggian 150-3.000 meter di atas permukaan laut. Karena itu seluruh wilayah Toraja berhawa sejuk.

TorajaPemandangan di Toraja menakjubkan. Panorama pegunungan, pohon-pohon yang rimbun, serta sungai-sungai jernih mengalirkan air dari mata air yang murni. Di beberapa kerimbunan pohon tampak rumah-rumah tradisional yang disebut Tongkonan. Alam pegunungan itu, tanpa sentuhan pun, telah hadir sebagai keindahan yang luar biasa.

Salah satu hal juga yang membuat Toraja menarik adalah kopi. Kopi Toraja terkenal dengan cita rasa dan aroma harumnya yang khas. Konon lebih keras dari kopi Sumatera dan Bali. Ada dua jenis kopi yang ditanam penduduk, robusta dan arabica. Kopi nikmat yang telah menyebar ke seantero dunia ini dapat dinikmati sepuasnya.

Rambu SoloKebudayaan
Kebudayaan penduduk asli Toraja yang unik sangat dipengaruhi kepercayaan asli mereka dulu kala, yaitu Aluk To Dolo'. Masyarakat Toraja yang masih mempertahankan sebagian ritual atau upacara adat warisan Aluk.

Dalam kegembiraan atau kesedihan, masyarakat Toraja selalu menggelar upacara adat. Ada dua upacara besar yang menarik perhatian dunia, yaitu Rambu Solo (upacara kematian) dan Rambu Tuka (upacara kegembiraan). Masyarakat Toraja membuka tangan lebar-lebar mempersilakan wisatawan domestik maupun mancanegara menyaksikan ritual mereka.

Kekerabatan dan tongkonan adalah unsur terpenting dalam sistem sosial Toraja yang komunalistis. Orang Toraja akan selalu dikenal dari tongkonan mana ia berasal. Seluruhnya ada 32 kekerabatan dan setiap kekerabatan memiliki strata sosialnya masing-masing.

Masyarakat Toraja hidup subur dalam warisan tradisi megalitik. Kebudayaan megalitik di Asia diperkirakan hidup antara 1.500-1.200 tahun sebelum masehi. Dan masyarakat Toraja masih menjaga warisan megalitik itu sampai sekarang. Menhir atau megalit, dan kuburan di bukit cadas, dan tongkonan adalah bukti terjaganya kebudayaan itu.

Comments (0)