| Dataran Tinggi Toraja Nan Eksotis |
|
Toraja berjarak sekitar 350 kilometer sebelah utara Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Terletak di dataran tinggi Sulawesi Selatan bagian utara, tepatnya di jajaran pegunungan Kambuno dan Latimojong. Karena itu, pemandangan alam Toraja sangat memukau, bergunung-gunung, hijau, dan berhawa sejuk. Pariwisata
Salah satu hal juga yang membuat Toraja menarik adalah kopi. Kopi Toraja terkenal dengan cita rasa dan aroma harumnya yang khas. Konon lebih keras dari kopi Sumatera dan Bali. Ada dua jenis kopi yang ditanam penduduk, robusta dan arabica. Kopi nikmat yang telah menyebar ke seantero dunia ini dapat dinikmati sepuasnya.
Dalam kegembiraan atau kesedihan, masyarakat Toraja selalu menggelar upacara adat. Ada dua upacara besar yang menarik perhatian dunia, yaitu Rambu Solo (upacara kematian) dan Rambu Tuka (upacara kegembiraan). Masyarakat Toraja membuka tangan lebar-lebar mempersilakan wisatawan domestik maupun mancanegara menyaksikan ritual mereka. Kekerabatan dan tongkonan adalah unsur terpenting dalam sistem sosial Toraja yang komunalistis. Orang Toraja akan selalu dikenal dari tongkonan mana ia berasal. Seluruhnya ada 32 kekerabatan dan setiap kekerabatan memiliki strata sosialnya masing-masing. Masyarakat Toraja hidup subur dalam warisan tradisi megalitik. Kebudayaan megalitik di Asia diperkirakan hidup antara 1.500-1.200 tahun sebelum masehi. Dan masyarakat Toraja masih menjaga warisan megalitik itu sampai sekarang. Menhir atau megalit, dan kuburan di bukit cadas, dan tongkonan adalah bukti terjaganya kebudayaan itu. Comments (0) |

Toraja
TORAJA berasal dari kata to riaja, berarti orang dari dataran tinggi. Orang Toraja menyebut diri mereka to raya, orang besar turunan raja. Toraja memang identik dengan eksotisme alam pegunungan yang sejuk dan warisan kebudayaan megalitikum yang menarik.
Pemandangan di Toraja menakjubkan. Panorama pegunungan, pohon-pohon yang rimbun, serta sungai-sungai jernih mengalirkan air dari mata air yang murni. Di beberapa kerimbunan pohon tampak rumah-rumah tradisional yang disebut Tongkonan. Alam pegunungan itu, tanpa sentuhan pun, telah hadir sebagai keindahan yang luar biasa.
Kebudayaan





